get app
inews
Aa Text
Read Next : Prediksi Line Up Timnas Indonesia vs Australia: Kapan Audero, James, dan Pelupessy Main?

800.000 Sarjana Menganggur, Menaker Sebut Ketidakcocokan Keterampilan Jadi Penyebab Utama

Jum'at, 21 Maret 2025 | 10:21 WIB
header img
800.000 Sarjana Menganggur, Menaker Sebut Ketidakcocokan Keterampilan Jadi Penyebab Utama. Foto : Istimewa

JAKARTA, iNewsPalu.id – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengungkapkan bahwa Indonesia masih menghadapi permasalahan serius terkait pengangguran sarjana, dengan sekitar 800.000 lulusan perguruan tinggi yang belum mendapat pekerjaan. Penyebab utama dari tingginya angka pengangguran di kalangan sarjana ini adalah ketidakcocokan antara keterampilan yang dimiliki oleh lulusan kampus dengan kebutuhan industri.

Dalam pengamatannya, Menaker Yassierli menyatakan bahwa mereka yang menganggur rata-rata berusia produktif, antara 21 hingga 29 tahun, yang merupakan kelompok usia terbanyak dari para sarjana yang belum dapat pekerjaan. “Pengangguran kita, jika saya menjelaskan data tersebut, sekitar 800.000-an. Ini merupakan isu utama yang sering disebut sebagai mismatch,” ujar Yassierli pada Jumat (21/3/2025).

Lebih lanjut, Yassierli menjelaskan bahwa permasalahan mismatch ini perlu mendapat perhatian dari berbagai pihak. Kampus sebagai lembaga pendidikan formal harus meninjau dan mengevaluasi kembali kurikulum yang diajarkan, agar sesuai dengan perkembangan dan kebutuhan industri yang terus berkembang. “Institusi pendidikan harus melihat ini sebagai bahan evaluasi. Sistem pembelajaran yang ada harus disesuaikan dengan kebutuhan dunia kerja,” tambahnya.

Tidak hanya pihak kampus, pemerintah juga turut berperan aktif dalam mengatasi masalah ini. Salah satu langkah yang diambil adalah melalui program pelatihan yang dapat dilakukan di Balai Latihan Kerja (BLK) untuk meningkatkan keterampilan tenaga kerja, agar lebih sesuai dengan tuntutan pasar kerja. Namun, Yassierli menekankan bahwa perubahan besar harus dimulai dari institusi pendidikan yang lebih responsif terhadap kebutuhan industri.

Kementerian Ketenagakerjaan juga telah berkoordinasi dengan pelaku industri nasional untuk memperkuat kerjasama dalam membuka kesempatan kerja bagi para sarjana yang menganggur. Selain itu, Yassierli juga menyebutkan bahwa pemerintah tengah merumuskan blueprint atau master plan untuk pekerjaan masa depan, yang memerlukan digital talent dengan kompetensi tertentu.

Editor : Jemmy Hendrik

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut