Sawah Terendam, Seorang Ibu Beralih Jadi Pemecah Batu

Jemmy
.
Sabtu, 10 September 2022 | 23:11 WIB
Sawah Terendam, Seorang Ibu Beralih Jadi Pemecah Batu

POSO, iNewsPalu.id - Margaretha (53) satu dari puluhan petani padi sawah di Desa Meko, Kecamatan Pamona Barat, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah kini harus pasrah menjadi buruh kasar, seperti buruh tani dan pemecah batu.

Ibu Margaretha sebelumnya adalah petani padi sawah di Desa Meko yang dulunya sangat maju dan bisa menguliahkan anaknya di salah satu universitas pelayanan di Jakarta, setelah terjadinya terjadinya pembangunan bendungan PLTA I Poso oleh PT Poso Energi ahkirnya terhenti.

Bagai mana tidak lada Sawa yang luasnya dua hektar kini tak bisa di olah lagi akibat air Danau Poso masuk dan merendam semuanya, sehingga anak keduanya dari tiga bersaudara ini harus berhenti karena terkendala biaya.

Bahkan dirinya harus rela bekerja sebagai buruh kasar seperti bekerja di kebun orang dan sebagai pemecah batu yang hasilnya tak cukup besar seperti dirinya mengelola lahanya persawahannya.

Ibu Margaretha rela bekerja sebagai pemecah batu dengan upah 250 ribu per kubiknya yang tak tau kapan bisa laku, dalam sekubik ibu Margaretha harus membutuhkan waktu 2 Minggu hingga sebulan lamanya karna kondisinya yang sudah tua.

Ia bekerja sendiri bahkan dibantu oleh anaknya untuk mengangkat batu dari sungai yang tak jauh dari rumahnya, dengan bekerja pemecah batu Margaretha harus menghidupi dua anaknya dan seorang suami yang sakit tak bisa kerja keras.

Margaretha berharap pemerintah bisa mengambil langkah agar lahan persawahan warga bisa digunakan kembali.

Editor : Jemmy Hendrik
Bagikan Artikel Ini