Padang Pengembalaan Desa Tokilo, Menunggu Realisasi Jangka panjang Untuk Hindari Konflik Sosial

Jemmy
.
Rabu, 14 September 2022 | 08:25 WIB
Padang Pengembalaan Desa Tokilo, Menunggu Realisasi Jangka panjang Untuk Hindari Konflik Sosial. Foto/ Rei

POSO,iNewsPalu.id - PT. Poso Energy yang diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada bulan Februari 2022 justru mendapat kritik dari berbagai pihak. Hal itu diakibatkan masalah sosial dan ekologi yang terjadi.

“Di Desa Tokilo konflik sosial terjadi karena seringkali kerbau menerobos lahan pertanian karena padang tempat beternak terendam akibat aktivitas perusahan PT. Poso Energy,".

Kepala Desa Tokilo Hertian Tangku'a menjelaskan semenjak dibukanya bendungan PT. Poso Energi I, padang pengembalaan yang luasnya sekitar 300 Hektare kini menjadi 100 Hektare akibat air danau Poso naik dan merendam sekitar 200 hektare sehingga ada 94 kerbau milik masyarakat mati.

"Memang matinya 94 kerbau ini sudah dibayarkan oleh pihak PT. Poso Energi namun tidak sesuai permintaan masyarakat, yang harus di bayarkan oleh pihak PT. Poso Energi terbayarkan jauh dari harga.

Benhur Pondoke, Pemilik kerbau berharap desa yang ia diami saat ini akan menjadi tempat peternakan kerbau yang tidak punah dan akan terus-menerus ada.

Saat ini Masyarakat juga menunggu realisasi jangka panjang yang di ajukan ke PT. Poso Energi, Pembuatan pagar beton untuk membatasi Padang pengembalaan dengan perkebunan masyarakat sehingga tidak terjadi konflik sosial.

Bukan hanya itu warga juga meminta kepada pihak PT. Poso Energi untuk membuka lahan penghijauan serta kolam wisata di lokasi lahan yang terendam air Danau Poso.

Masyarakat berharap dengan permintaan ini ke PT. Poso Energi bisa terealisasi sehingga Padang pengembalaan tidak menjadi konflik sosial dan budaya leluhur tidak punah.

 

Editor : Jemmy Hendrik
Bagikan Artikel Ini