Penjaga Danau Poso, Mulai Hilang Sejarah Dan Tradisi Pamona

Jemmy
.
Sabtu, 17 September 2022 | 13:37 WIB
Penjaga Danau Poso, Mulai Hilang Sejarah Tradisi Pamona. Foto : Jemmy

PALU, iNewsPalu.id - Sebagai warga Pamona yang hidup dipinggiran Danau Poso, kini nilai sejarah tradisi nenek moyang hilang, hilangnya Jembatan Yondo mPamona, Kompodongi dan situs sejarah yang di bom akibat aktivitas PT Poso Energi di Kabupaten Poso.

Hal ini di Utara para Aliansi Penjaga Danau Poso (APDP) ditemui di Kelurahan Pamona, Kecamatan Pusulemba, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, Yombu Wuri (66), Berti Supa (47), Kristian Bontinge (67), Mastian Pasadju (58), Yuser Bujalemba (63) dan Iin Hokey (49), mereka ini adalah para pejuan Danau Poso.

Dari terbentuknya APDP ini setelah adanya aktivitas PT. Poso Energi yang banyak merugikan masyarakat di sekitaran danau Poso, sehingga dibetulkan sebagia bentuk perlawanan masyarakat terhadap PT. Poso Energi.

Mereka ini tidak memiliki kepentingan pribadi, mereka mementingkan para petani, peternakan dan warga yang tinggal di bantaran sungai danau Poso.

Bukan hanya itu APDP juga ingin mempertahankan nilai nilai tradisi sejarah yang ada di Pamona, Kabupaten Poso. kini mulai hilang akibat aktifitas PT. Poso Energi. Seperti jembatan Yondo mPamona,jembata yang terbuat dari kayu dan memiliki nilai estetik yang di bangun oleh masyarakat Poso secara gotong royong. Begitu juga Kompodongi Masyarakat yang sering menangkap ikan secara gotong royong, dan gunung gunung yang memiliki sejarah yakni tulang tulang yang ada dalam gunung kini hilang akibat di bom untuk membuka jalan oleh PT. Poso Energi.

Ini yang membuat para APDP untuk terus melawan kepada pihak PT. Poso Energi, Namun tak berjalan baik karna Pemerintah dan Anggota Dewan tak respon atas penolakan yang mereka laku.

Seperti jembata Yondo mPamona yang hilang nilai sejarahnya yang di ganti dengan jembata Besi dengan bentuk yang tidak sama lagi, sehingga para APDP tidak mau menyebutkan lagi sebagi jembata Yondo mPamona karena hilangnya nilai kegotong royongan.

Kompodongi yang ada waktu- waktu tertentu semua masyarakat sekitaran danau Poso berdatangan untuk menangkap ikan dengan menggunakan alat yang di dari bambu (mosango), sehingga masyarakat berbondong-bondong untuk turun dan menangkap ikan.

Gunung bersejarah kini hilang, dimana gunung yang ada di desa Saojo, Pamona Utara memilik nilai sejarah dimana ada tulang belulang di dalam Goa kini hilang akibat kepentingan PT. Poso Energi.

Bukan hanya itu tradisi yang dimiliki danau poso, yakni Wayamasapi (pagar sogili) kini terancam hilang akibat aktifitas pengurukan danau Poso oleh pihak PT. Poso Energi.


Penjaga Danau Poso, Mulai Hilang Sejarah Tradisi Pamona. Foto : Jemmy

APDP berharap perlawanan mereka tidak hanya sampai di sini karna banyaknya peninggalan para nenek moyang yang kini hilang begitu saja, masyarakat kehilangan mata pencariannya, sehingga harus mencari pekerjaan lain untuk menghidupi keluarganya.

 

 

Editor : Jemmy Hendrik
Bagikan Artikel Ini