get app
inews
Aa Read Next : AKBP Pribadi Sembiring Mendapat Promosi Jabatan, Catatan Prestasi Gemilang!

Ops Madago Raya 2024 Diperpanjang, Kapolda Sulteng: Tetap Menjaga Situasi Kondusif

Rabu, 03 Juli 2024 | 16:31 WIB
header img
Operasi Madago Raya 2024 Diperpanjang, Polda Sulteng: Menjaga Situasi Tetap Kondusif. Foto : Polda Sulteng

PALU, iNewsPalu.ud - Dalam rangka menjaga situasi agar tetap kondusif di wilayah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah (Polda Sulteng) kembali memperpanjang pelaksanaan Operasi Madago Raya

Operasi Madago Raya tahap III ini akan berlangsung selama 3 bulan ke depan, dimulai dari 1 Juli hingga 30 September 2024. 

"Operasi Madago Raya diperpanjang, hal ini sesuai dengan Surat Telegram Kapolda Sulteng Nomor: Sprin/226/OPS.1.3/2024 tanggal 29 Juni 2024 tentang pelaksanaan Satgas Madago Raya tahap III," kata Kabidhumas Polda Sulteng Kombes Pol. Djoko Wienartono dalam Siaran Pers yang dibagikan kepada Media, Rabu (3/7/2024).

Operasi yang dimulai tanggal 1 Juli hingga 30 September 2024 ini melibatkan 253 personel, yang terdiri dari 238 personel Polda Sulteng dan 15 personel TNI.

Menurut Kombes Pol. Djoko Wienartono, Satgas Operasi Madago Raya akan fokus pada kegiatan preventif dan preemtif, yaitu dengan melakukan pencegahan tumbuh kembangnya paham radikalisme dan intoleransi di wilayah Sulawesi Tengah.

Perpanjangan Operasi Madago Raya ini merupakan upaya Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Sulawesi Tengah.

"Dengan diperpanjangnya Operasi Madago Raya ini, diharapkan dapat membantu dalam pencegahan tumbuh kembang paham radikalisme dan intoleran di wilayah Sulawesi Tengah," ujar Kombes Pol. Djoko Wienartono.

Ia juga menambahkan, masyarakat diharapkan dapat mendukung upaya Satgas Madago Raya dalam pencegahan paham radikalisme dan intoleransi di wilayah Kabupaten Poso, Kabupaten Touna, Kabupaten Parimo dan Kabupaten Sigi.

"Tentunya kami tidak bisa bekerja sendiri. Dukungan masyarakat sangatlah penting dalam upaya pencegahan tumbuh kembang paham radikalisme dan intoleran di wilayah Sulawesi Tengah," pungkasnya.

Editor : Jemmy Hendrik

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut