Acara Nobar Film "Uwentira" Di Palu, Kemenkum Sulteng Dukung Industri Kreatif Lokal

Ia juga menjelaskan bahwa kegiatan ini juga merupakan bagian dari sosialisasi pentingnya perlindungan hak cipta bagi para pelaku industri kreatif. Dengan melindungi hak cipta, para sineas dan seniman dapat merasa aman dan termotivasi untuk terus berkarya.
"Hak cipta adalah aset berharga bagi para pelaku industri kreatif. Kami ingin memastikan bahwa para sineas lokal memahami pentingnya melindungi karya mereka agar dapat berkembang dan bersaing di tingkat nasional maupun internasional," tegasnya.
Rakhmat Renaldy menegaskan akan terus berupaya melindungi segala karya kreatif dari seluruh masyarakat Sulawesi Tengah, sebagaimana moto Kementerian Hukum yang dipimpin Supratman Andi Agtas yakni *Mari Berinovasi dan Berkarya DJKI melindungi!*
Film "Uwentira" sendiri merupakan film yang mengangkat legenda dan mitos yang berkembang di Sulawesi Tengah. Film ini diharapkan dapat menjadi sarana untuk memperkenalkan kekayaan budaya daerah kepada masyarakat luas, khususnya generasi muda.
Selain nobar, Kemenkum Sulteng juga berencana untuk mengadakan kegiatan-kegiatan lain yang mendukung perkembangan industri kreatif lokal, seperti seminar tentang hak cipta dan pelatihan bagi para pelaku industri kreatif.
"Kami berharap dukungan ini dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan industri kreatif di Sulawesi Tengah. Kemenkum Sulteng akan terus berkomitmen untuk melindungi hak cipta dan melestarikan budaya daerah," tutup Rakhmat Renaldy.
Editor : Jemmy Hendrik