Akses Hukum Merata, Komitmen Kemenkum Sulteng di RKPD 2026

Kemenkum Sulteng, kata dia, akan terus memperluas jangkauan layanan hukum, khususnya bagi kelompok rentan dan masyarakat miskin. Program bantuan hukum gratis, pembentukan desa/kelurahan sadar hukum, dan fasilitasi pendaftaran kekayaan intelektual akan terus digencarkan.
“Kami tidak ingin ada satu pun warga Sulteng terpinggirkan dari akses hukum karena faktor geografis atau keterbatasan informasi,” tegas Rakhmat.
Ia juga menyoroti pentingnya membangun budaya hukum sebagai fondasi stabilitas daerah. Hal ini sejalan dengan visi nasional Presiden Prabowo dalam Asta Cita.
“Hukum bukan sekadar alat pengatur, tapi instrumen pemberdayaan. Kemenkum hadir untuk mendorong Sulteng yang lebih adil, tertib, dan sejahtera,” tutupnya.
Melalui kehadiran aktif dalam forum strategis seperti Musrenbang, Kemenkum Sulteng berharap dapat memastikan bahwa setiap rencana pembangunan daerah juga menyentuh dimensi hukum secara menyeluruh.
Editor : Jemmy Hendrik